KEI FEB UNS

Kajian Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Islam Pasti Menang!

Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama meskipun orang musyrik membenci." {QS. Ash Shaff (61): 9}

Sabtu, 07 Mei 2011

Kunjungan BPPI ke KEI

Pada kesempatan kali ini KEI dapat giliran kunjungan rutin dari BPPI yang diadakan pada Selasa, 5 April 2011. Kegiatan kunjungan ini bertempat di gedung 5 ruang 5101 pada pukul 16.00-17.30 wib. Acara yang berlangsung seputar perkenalan stuktur keanggotaan KEI ke BPPI oleh presiden KEI kita, mas Arif D. dan perkenalan struktur keanggotaan BPPI ke KEI oleh ketua BPPI mas Syukron. Selain itu, acara tersebut juga diisi tanya jawab tentang program kerja baik dari KEI maupun dari BPPI. Namun suasana yang tercipta tidak begitu efektif karena banyaknya anggota yang tidak bisa hadir dan waktu pelaksanaan kunjungan yang juga mendadak. Dalam acara tersebut saja tidak sampai 20 orang yang dapat hadir. Yah semoga untuk kunjungan lain kali bisa lebih meriah dengan banyaknya anggota dari masing-masing organisasi yang hadir.

Gagalnya Sistem Ekonomi Konvensional

Saat ini, perekonomian di dunia tengah didominasi oleh sistem ekonomi konvensional dimana manusia dipandang selalu rasional dan berkepentingan pribadi sehingga membawa kondisi dan kebijakan ekonomi menuju pasar bebas yang telah mematikan peran sosial dan moralitas manusia. Akibatnya, krisis ekonomi sering melanda yang diakibatkan sistem ekonomi konvensional yang mengedepankan sistem bunga sebagai instrumen profit-nya. Selain itu, sistem ekonomi ini mengakibatkan terbentuknya sekelompok orang yang kaya dan sekelompok orang yang miskin.  Kaum kaya akan semakin kaya dan kaum miskin akan semakin miskin. Dan pada kenyataannya ekonomi konvensional saat ini dinilai gagal dalam memberikan solusi perekonomian rakyat.
Masalah belum tercapainya kesejahteraan ini memberikan pandangan bahwa para pemikir dunia perlu mencari sistem perekonomian alternatif. Pencarian sistem perekonomian alternatif ini setidaknya didasarkan pada asumsi sementara bahwa sistem kapitalisme dan sosialis tidak mampu memberi jawaban terhadap permasalahan ekonomi dunia saat ini. Sistem alternatif yang dimaksud adalah sistem ekonomi yang berpihak ke seluruh lapisan masyarakat.
Ekonomi Islam Sebagai Solusi
Ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Sistem ekonomi Islam sangat berbeda dengan sistem ekonomi konvensional, salah satunya mengenai cara pengambilan keuntungan. Bila dalam ekonomi konvensional mengedepankan sistem bunga (riba), maka dalam ekonomi Islam mengenal sistem bagi hasil dalam mengambil keuntungan.
ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:
 Kesatuan (unity)
 Keseimbangan (equilibrium)
 Kebebasan (free will)
 Tanggung jawab (responsibility)


Manusia sebagai khalifah di bumi tidak seharusnya bersifat individualistik, karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata, dan manusia adalah kepercayaannya di bumi. Didalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari segi bahasa berarti "kelebihan". Sesuai dengan surat Ali Imran : 130-131 “"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api Neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir,"
Oleh karena itu, ekonomi islam jelas menjadi penutup untuk menghapuskan sistem riba yang tidak adil di dalam ekonomi konvensional. Dengan mengutamakan kemanfaatan, ekonomi islam akan membawa al-falah (kemenangan) bagi masyarakat.


Pengembangan Perbankan Syariah

Perbankan syariah adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) Islam. Sedangkan karakteristik sistem perbankan syariah, yaitu sistem ini tidak mengenal bunga atau yang disebut riba, memiliki prinsip bagi hasil, menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, dan menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Dengan tersedianya produk dan jasa yang bervarisi, perbankan syariah dapat menjadi alternatif sistem perbankan. Selain itu juga sudah diberlakukan di Indonesia Undang-Undang No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008.
Setelah mengetahui sekilas mengenai apa yang disebut perbankan syariah, di sini kita akan membahas mengenai pengembangan sistem perbankan syariah. Menurut suatu sumber, pengembangan sistem perbankan syariah di Indonesia dilakukan dalam kerangka dual-banking system atau sistem perbankan ganda dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Maksud dari sistem perbankan ganda adalah bank syariah dan bank konvensional secara bersama-sama mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional. 1

Sumber :


Biografi Syafi’i Antonio

Saya lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1965. Nama asli saya Nio Cwan Chung. Saya adalah WNI keturunan Tionghoa. Sejak kecil saya mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayah saya seorang pendeta Konghucu. Selain mengenal ajaran Konghucu, saya juga mengenal ajaran Islam melalui pergaulan di lingkungan rumah dan sekolah. Saya sering memperhatikan cara-cara ibadah orang-orang muslim. Kerena terlalu sering memperhatikan tanpa sadar saya diam-diam suka melakukan shalat. Kegiatan ibadah orang lain ini saya lakukan walaupun saya belum mengikrarkan diri menjadi seorang muslim.

Kehidupan keluarga saya sangat memberikan kebebasan dalam memilih agama. Sehingga saya memilih agama Kristen Protestan menjadi agama saya. Setelah itu saya berganti nama menjadi Pilot Sagaran Antonio. Kepindahan saya ke agama Kristen Protestan tidak membuat ayah saya marah. Ayah akan sangat kecewa jika saya sekeluarga memilih Islam sebagai agama. Sikap ayah saya ini berangkat dari image gambaran buruk terhadap pemeluk Islam. Ayah saya sebenarnya melihat ajaran Islam itu bagus. Apalagi dilihat dari sisi Al Qur’an dan hadits. Tapi, ayah saya sangat heran pada pemeluknya yang tidak mencerminkan kesempurnaan ajaran agamanya.

Gambaran buruk tentang kaum muslimin itu menurut ayah saya terlihat dari banyaknya umat Islam yang berada dalam kemiskinan,keterbelakangan,dan kebodohan. Bahkan, sampai mencuri sandal di mushola pun dilakukan oleh umat Islam sendiri. Jadi keindahan dan kebagusan ajaran Islam dinodai oleh prilaku umatnya yang kurang baik. Kendati demikian buruknya citra kaum muslimin di mata ayah, tak membuat saya kendur untuk mengetahui lebih jauh tentang agama islam.

Untuk mengetahui agama Islam, saya mencoba mengkaji Islam secara komparatif (perbandingan) dengan agama-agama lain. Dalam melakukan studi perbandingan ini saya menggunakan tiga pendekatan, yakni pendekatan sejarah, pendekatan alamiah, dan pendekatan nalar rasio biasa. Sengaja saya tidak menggunakan pendekatan kitab-kitab suci agar dapat secara obyektif mengetahui hasilnya.

Berdasarkan tiga pendekatan itu, saya melihat Islam benar-benar agama yang mudah dipahami ketimbang agama-agama lain. Dalam Islam saya temukan bahwa semua rasul yang diutus Tuhan ke muka bumi mengajarkan risalah yang satu, yaitu Tauhid. Selain itu, saya sangat tertarik pada kitab suci umat Islam, yaitu Al-Qur’an. Kitab suci ini penuh dengan kemukjizatan, baik ditinjau dari sisi bahasa, tatanan kata, isi, berita, keteraturan sastra, data-data ilmiah, dan berbagai aspek lainnya. Ajaran Islam juga memiliki system nilai yang sangat lengkap dan komprehensif, meliputi system tatanan akidah, kepercayaan, dan tidak perlu perantara dalam beribadah.

Dibanding agama lain, ibadah dalam islam diartikan secara universal. Artinya, semua yang dilakukan baik ritual, rumah tangga, ekonomi, sosial, maupun budaya, selama tidak menyimpang dan untuk meninggikan siar Allah, nilainya adalah ibadah. Selain itu,disbanding agama lain, terbukti tidak ada agama yang memiliki system selengkap agama Islam. Hasil dari studi banding inilah yang memantapkan hati saya untuk segera memutuskan bahwa Islam adalah agama yang dapat menjawab persoalan hidup.

Masuk Islam Setelah melakukan perenungan untuk memantapkan hati, maka di saat saya berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA, saya putuskan untuk memeluk agama Islam. Oleh K.H.Abdullah bin Nuh al-Ghazali saya dibimbing untuk mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat pada tahun 1984. Nama saya kemudian diganti menjadi Syafii Antonio. Keputusan yang saya ambil untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Ternyata mendapat tantangan dari pihak keluarga. Saya dikucilkan dan diusir dari rumah. Jika saya pulang, pintu selalu tertutup dan terkunci. Bahkan pada waktu shalat, kain sarung saya sering diludahi.

Perlakuan keluarga terhadap diri saya tak saya hadapi dengan wajah marah, tapi dengan kesabaran dan perilaku yang santun. Ini sudah konsekuensi dari keputusan yang saya ambil. Alhamdulillah,perlakuan dan sikap saya terhadap mereka membuahkan hasil. Tak lama kemudian mama menyusul jejak saya menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Setelah mengikrarkan diri, saya terus mempelajari Islam, mulai dari membaca buku, diskusi, dan sebagainya. Kemudian saya mempelajari bahasa Arab di Pesantren an-Nidzom, Sukabumi, dibawah pimpinan K.H.Abdullah Muchtar. Lulus SMA saya melanjutkan ke ITB dan IKIP, tapi kemudian pindah ke IAIN Syarif Hidayatullah. Itupun tidak lama, kemudian saya melanjutkan sekolah ke University of yourdan (Yordania).

Selesai studi S1 saya melanjutkan program S2 di international Islamic University (IIU) di Malaysia, khusus mempelajari ekonomi Islam. Selesai studi, saya bekerja dan mengajar pada beberapa universitas. Segala aktivitas saya sengaja saya arahkan pada bidang agama. Untuk membantu saudara-saudara muslim Tionghoa, Saya aktif pada Yayasan Haji Karim Oei. Di yayasan inilah para mualaf mendapat informasi dan pembinaan. Mulai dari bimbingan shalat, membaca Al-Qur’an, diskusi, ceramah, dan kajian Islam, hingga informasi mengenai agama Islam.

Sumber : muallaf.com


Senin, 24 Januari 2011

Open Recruitment Pengurus KEI FE UNS 2011

KEI FE UNS kembali membuka kesempatan rekan-rekan mahasiswa muslim angkatan 2008 hingga 2010 untuk bergabung dalam Kepengurusan KEI FE UNS Periode 2011. Penjelasan mengenai department yang ingin dipilih ada dalam laman blog ini.
Formulir dapat di download (klik disini)

 Petunjuk Pendaftaran :
1.       Download formulir pendaftaran di link berikut.
2.       Isi segera formulir tersebut dan kirimkan via email ke keifeuns@yahoo.com
3.       Setelah selesai, silakan kunjungi stand oprek untuk melakukan konfirmasi. Stand Oprek akan diadakan tanggal 14-18 Februari 2011 @ Depan BMT.

Jadilah Generasi Ekonomi Islam yang Mengukir Sejarah Masa Kini. Ekonomi Islam, Subhanallah!!

KEI 2011 “Passion for Inspiration”

Minggu, 23 Januari 2011

Selayang Pandang Mengenai KEI FE UNS 2011

KEI adalah singkatan dari Kajian Ekonomi Islam yaitu salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang bernaung di bawah Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret, sehingga nama resminya adalah UKM KEI FE UNS. Dengan demikian, KEI adalah sebuah organisasi kemahasiswaan khususnya di bidang keilmiahan yang mempelajari dan mengikuti  perkembangan Ekonomi Islam. Sebutan umum dari keorganisasian ini adalah Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI), dan karena KEI berkegiatan di lingkup UNS maka KEI adalah KSEI-nya UNS.
KEI FE UNS secara resmi berdiri sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa pada tanggal 6 Mei 2002. KEI bersama KSEI UI, Unpad, UGM, Unair, dan Unibraw ikut berkontribusi dengan membidani lahirnya wadah Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI). Dengan adanya FoSSEI, diharapkan semakin memantapkan perjuangan bersama KSEI-KSEI dalam pembumian Ekonomi Islam di Indonesia.
Selain FoSSEI juga terdapat sebuah komunitas lain yang bergelut dibidang penegakan gerakan Ekonomi Islam yaitu komunitas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang berisikan praktisi, akademisi, ustadz, KSEI, dan tentunya masyarakat umum yang bersama-sama membangun komunitas untuk mengembangkan Ekonomi Syariah/Ekonomi Islam. KEI FE UNS juga banyak memiliki prestasi dalam lingkup regional, nasional, dan internasional. Hal ini dibuktikan dengan acara KEI pada bulan Oktober 2009 yang lalu, dimana KEI FE UNS berhasil menyelenggarakan rangkaian acara dua tahunan yaitu SETiA (Sharia Economics Triumph Activities). Acara ini merupakan rangkaian dari seminar internasional (Salah satu pembicara dari IIUM Malaysia dan dihadiri kurang lebih 800 orang), LKTI Nasional, Field Trip, dan Rakernas FoSSEI. Disamping itu juga, KEI FE UNS telah berhasil mendelegasikan wakil-wakilnya dalam kegiatan ilmiah ekonomi Islam ke seluruh penjuru Indonesia

Sabtu, 22 Januari 2011

Ayah, maafkanlah Aku...


Bismillahirrohmaanirrohiim

Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan
yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu
sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Alloh dan Rasul-Nya dan (dari)
berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan
keputusan-Nya." Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
QS. At-Taubah [9] : 24.

Entah sudah berapa kali kita menerima kiriman email berisi cerita berikut ini, namun setiap kali  membacanya, air mata ini tak terasa selalu berlinang, Semoga dapat jadi nasehat bagi kita, dalam mendidik anak-anak, Berikut ceritanya…..

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja, Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun, sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur, bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

 Suatu hari dia melihat sebatang paku karat, dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan, dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya, Ya karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas,
Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

 Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet, setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil, dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya, kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya, Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, Kerjaan siapa ini !!!. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar, Dia juga beristighfar, mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya, sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan, saya tidak tahu..tuan.


Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan? hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya, dengan penuh manja dia berkata Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik kan! katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa..
 
Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali kali ke telapak tangan anaknya, Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan, puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya, Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah, Pembantu rumah memandikan anak kecil itu, sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis, Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air, lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu, Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
 
Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak, pembantu rumah mengadu ke majikannya, Oleskan obat saja! jawab bapak si anak.
 
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu, si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya, tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah, Dita demam, Bu…jawab pembantunya ringkas, kasih minum panadol aja, jawab si ibu.

 Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya, saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya, masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas.

Sore nanti kita bawa ke klinik..
Pukul 5.00 sudah siap kata majikannya itu, sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik, Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius, setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.

Tidak ada pilihan.. kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut. Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah kata dokter itu, Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu, terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak, dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan, keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan, Dia juga keheranan melihat kedua
tangannya berbalut kasa putih, ditatapnya muka ayah dan ibunya, kemudian ke wajah pembantu rumah.

Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis, dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata, Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi, Dita tak mau lagi ayah pukul, Dita tak mau jahat lagi, Dita sayang ayah.. sayang ibu, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya, Dita juga sayang Mbok Narti.. katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

Ayah.. kembalikan tangan Dita, untuk apa diambil..
Dita janji tidak akan mengulanginya lagi ! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?…bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, katanya berulang-ulang, serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya, meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya.

Nasi sudah jadi bubur, pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf.

Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. QS. Al-Imran [3] : 102.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah
setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu
. QS.Al-Baqarah [2] : 208.

 
Semoga bermanfaat

Sumber: milis FoSSEI