KEI FEB UNS

Kajian Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Islam Pasti Menang!

Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama meskipun orang musyrik membenci." {QS. Ash Shaff (61): 9}

Selasa, 18 Oktober 2011

Sektor Pertanian dan Infrastruktur Peluang Investasi Syariah

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brojonegoro, mengatakan, bahwa peluang keuangan syariah di Indonesia cukup besar apalagi dilihat kondisi perekonomian secara makro maupun mikro yang perkembanganya sangat fenomenal. Maka dari itu, ia berharap agar keuangan syariah bisa menggarap sektor pertanian dan infrastruktur, karena sektor tersebut yang selama minim dibiayai oleh perbankan syariah.
Sektor pertanian dan infrastruktur, kata Bambang, banyak perbankan yang menilainya penuh dengan resiko sehingga mereka cenderung pada sektor aman seperti perumahan, perdagangan dan jasa. Tapi jika mereka mengarah pada pembiayaan tersebut akan meningkatkan share market yang ada selama ini.
“Sekaligus juga akan membuka lapangan kerja banyak. Itu korelasinya,”ujarnya.
Untuk menunjang itu semua, Bambang seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa sangat perlu perbankan syariah melakukan inovasi produk tersebut.
Kemudian terkait dengan kondisi perekonomian, ia menyampaikan, bahwa perekonomian Indonesia dalam posisi bagus. Pada review makro ekonomi pertumbuhan tahun lalu 6,1 persen dan tahun ini target pertumbuhan sekitar 6,5-6,6 persen didukung support pasar domestik.

Sumber : PKES Interaktif
http://zonaekis.com/sektor-pertanian-dan-infrastruktur-peluang-investasi-syariah/

Rusia Kembangkan Bisnis Syariah Berbasis IT

Tak mau ketinggalan dengan negara lain dalam mengembangkan bisnis syariah, Rusia di tahun ini akan mensosialisasikan berbagai ragam bisnis syariahnya dengan menggunakan teknologi berbasis IT. Chief of The Executive, Abdul Vakhed Niyazov dalam perbincangannya di Bank Muamalat Indonesia (BMI) hari ini mengatakan, Rusia akan akan membuat Salamword.com di Indonesia, yaitu sebuah website mengenai produk-produk halal dan keuangan syariah. Selain itu mereka juga akan membuat e-dinar, yaitu pembelian dinar emas menggunakan email.
Untuk mewujudkan itu semua, Abdul Vakhed Niyazov, mentargetkan akan buka kantornya di Jakarta tahun depan. Dengan demikian Rusia akan meramaikan bisnis syariah di Indonesia. 
Seperti apa sich Salamword.com itu? Abdul Vakhed Niyazov menambahkan, bentuknya seperti facebooks tapi syariah dengan 12 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Selain itu juga ada daftar restoran halal dan tempat tempat ibadah.
“Kami berharap dengan adanya Salam word, akan menambah keyakinan orang bertransaksi,”ujarnya.
Kemudian terkait dengan kerjama dengan BMI, Abdul Vakhed Niyazov, menegaskan dengan BMI akan memanfaatkan jasa pengiriman uang dengan demikian memudahkan orang Indonesia dalam bertransaksi dengan Salamword.com

Sumber : PKES Interaktif
http://zonaekis.com/rusia-kembangkan-bisnis-syariah-berbasis-it/

Keuangan Syariah RI Duduki Peringkat Empat Dunia

Perkembangan keuangan syariah di Indonesia maju pesat. Hal ini terbukti dengan posisi industri keuangan syariah Indonesia yang menduduki posisi keempat terbesar di dunia.
Menurut Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Mulya Siregar, posisi industri keuangan syariah Indonesia tersebut berdasarkan survei yang dilakukan BMB Islamic Finance Index. Posisi Indonesia berada di bawah Iran, Malaysia, dan Arab Saudi. “Industri keuangan syariah Indonesia lebih besar dari Uni Emirate Arab, Kuwait, dan Inggris, “ ujarnya, Kamis (13/10).
Dia mengatakan penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator antaralain jumlah lembaga keuangan, volume industri, dan kelengkapan regulasi. Dia mentarget posisi industri keuangan syariah Indonesia dapat menduduki posisi ketiga di dunia tahun depan.
Pengembangan industri keuangan syariah ke depan, ungkapnya, akan diarahkan ke produk syariah base. Produk syariah komplien akan dikembangkan secara selektif. “Ke depan, kita fokuskan ke produk syariah base, tetapi untuk akselesai tetap perlu dikembangkan syariah komplien secara selektif, “ ujarnya.
Posisi aset perbankan syariah menurut catatan BI, pada Agustus 2011 mencapai Rp 120 triliun. Pada akhir 2011, ditargetkan aset naik menjadi Rp 131 triliun. Sementara leanding pembiayaan mencapai Rp 92 triliun.
Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Alisyahbana mengatakan sektor perbankan syariah telah tumbuh positif dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari Rp 5,7 triliun pada 2003 menjadi Rp 89,8 triliun pada Juli 2011. Penyaluran pembiayaan tumbuh dari Rp 5,5 triliun pada 2003 menjadi Rp 88 triliun pada Juli dengan Non Performing Finance (NFC) sehat 3,75 persen pada Juli 2011.

Sumber : Republika
http://zonaekis.com/keuangan-syariah-ri-duduki-peringkat-empat-dunia/

Etika Bisnis Islami

Etika memiliki dua pengertian: Pertama, etika sebagaimana moralitas, berisikan nilai dan norma-norma konkret yang menjadi pedoman dan pegangan hidup manusia dalam seluruh kehidupan. Kedua, etika sebagai refleksi kritis dan rasional. Etika membantu manusia bertindak secara bebas tetapi dapat dipertanggung-jawabkan. Sedangkan bisnis mengutip Straub, Alimin (2004: 56), sebagai suatu organisasi yang menjalankan aktivitas produksi dan penjualan barang dan jasa yang diinginkan oleh konsumen untuk memperoleh profit.
Penggabungan etika dan bisnis dapat berarti memaksakan norma-norma agama bagi dunia bisnis, memasang kode etik profesi bisnis, merevisi sistem dan hukum ekonomi, meningkatkan keterampilan memenuhi tuntutan-tuntutan etika pihak-pihak luar untuk mencari aman dan sebaginya. Bisnis yang beretika adalah bisnis yang memiliki komitmen ketulusan dalam menjaga kontrak sosial yang sudah berjalan. Kontrak sosial merupakan janji yang harus ditepati.
Bisnis Islami ialah serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah kepemilikan (barang/jasa) termasuk profitnya, namun dibatasi dalam cara memperolehnya dan pendayagunaan hartanya karena aturan halal dan haram (lihat. QS. 2:188, 4:29).
Etika bisnis Islam sebenarnya telah diajarkan Nabi Saw. saat menjalankan perdagangan. Karakteristik Nabi Saw., sebagai pedagang adalah, selain dedikasi dan keuletannya juga memiliki sifat shidiq, fathanah, amanah dan tabligh. Ciri-ciri itu masih ditambah Istiqamah.
Shidiq berarti mempunyai kejujuran dan selalu melandasi ucapan, keyakinan dan amal perbuatan atas dasar nilai-nilai yang diajarkan Islam. Istiqamah atau konsisten dalam iman dan nilai-nilai kebaikan, meski menghadapi godaan dan tantangan. Istiqamah dalam kebaikan ditampilkan dalam keteguhan, kesabaran serta keuletan sehingga menghasilkan sesuatu yang optimal. Fathanah berarti mengerti, memahami, dan menghayati secara mendalam segala yang menjadi tugas dan kewajibannya. Sifat ini akan menimbulkan kreatifitas dan kemampuan melakukakn berbagai macam inovasi yang bermanfaat. Amanah, tanggung jawab dalam melaksanakan setiap tugas dan kewajiban. Amanah ditampilkan dalam keterbukaan, kejujuran, pelayanan yang optimal, dan ihsan (kebajikan) dalam segala hal. Tablig, mengajak sekaligus memberikan contoh kepada pihak lain untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari (berbagai sumber).
Berdasarkan sifat-sifat tersebut, dalam konteks corporate social responsibility (CSR), para pelaku usaha atau pihak perusahaan dituntut besikap tidak kontradiksi secara disengaja antara ucapan dan perbuatan dalam bisnisnya. Mereka dituntut tepat janji, tepat waktu, mengakui kelemahan dan kekurangan (tidak ditutup-tutupi), selalu memperbaiki kualitas barang atau jasa secara berkesinambungan serta tidak boleh menipu dan berbohong.
Pelaku usaha/pihak perusahaan harus memiliki amanah dengan menampilkan sikap keterbukaan, kejujuran, pelayanan yang optimal, dan ihsan (berbuat yang terbaik) dalam segala hal, apalagi berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Dengan sifat amanah, pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan kewajiban-kewajibannya. Sifat tablig dapat disampaikan pelaku usaha dengan bijak (hikmah), sabar, argumentatif, dan persuasif akan menumbuhkan hubungan kemanusiaan yang solid dan kuat.
Para pelaku usaha dituntut mempunyai kesadaran mengenai etika dan moral, karena keduanya merupakan kebutuhan yang harus dimiliki. Pelaku usaha atau perusahaan yang ceroboh dan tidak menjaga etika, tidak akan berbisnis secara baik sehingga dapat mengancam hubungan sosial dan merugikan konsumen, bahkan dirinya sendiri.

http://zonaekis.com/etika-bisnis-islami/

Tenaga Profesional Perbankan Syariah Langka

Pertumbuhan industri perbankan syariah global terkendala kelangkaan tenaga professional. Di Indonesia, sedikitnya dibutuhkan 200 ribu bankir untuk perbankan syariah hingga lima tahun mendatang.
Kepala unit syariah Bank Sarasin & Co Swiss, Fares Mourad mengatakan kebutuhan tenaga professional di perbankan syariah terjadi hampir di semua negara yang memiliki industri tersebut. Kekurangan tenaga professional ini akan mempengaruhi pertumbuhan perbankan syariah global.
“Salah satu isu melambatnya pertumbuhan industri perbankan syariah global adalah kelangkaan tenaga professional. Ini tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan tapi sampai pada lingkup kualitas layanan,” ujarnya seperti dikutip laman Zawya, Senin (17/10).
Dia mengatakan perbankan syariah telah berjalan relatif baik. Akan tetapi, perbankan syariah tidak hanya perlu mengembangkan produk serta layanan. “Perbankan syariah butuh konsep seperti perencanaan keuangan,” ujarnya.
Karena itulah, tenaga professional di perbankan syariah semakin mendesak terpenuhi. Produk baru dari perbankan syariah muncul setiap hari. Hal ini tidak hanya butuh inovasi tetapi juga pertumbuhan permintaan dari konsumen. Kemunculan produk tersebut harus diimbangi pertumbuhan permintaan konsumen.
Industri keuangan syariah saat ini masih terus tumbuh. Sejak 50 tahun lalu saat perbankan syariah pertama didirikan, industri tersebut telah menawarkan berbagai macam produk dan layanan seperti manajemen keuangan dan portofolio.
Ke depan, perbankan syariah tersebut membutuhkan berbagai konsep perencanaan yang berkaitan dengan keberlanjutan industri. Pemenuhan kebutuhan tenaga professional di perbankan syariah dinilai akan mengurangi tantangan industri tersebut ke depan.
Dengan tenaga professional yang dimiliki, perbankan syariah dapat membuat perencanaan dan memantau realisasi menuju target pertumbuhan. “Dengan pengetahuan (dari tenaga professional), perbankan syariah dapat menilai situasi dengan benar, merancang managemen dan memantau realisasi terhadap setiap perubahan untuk menuju target pertumbuhan. Proses itu akan menanggulangi berbagai hambatan perbankan syariah ke depan,” bebernya.

Sumber : Republika
http://zonaekis.com/tenaga-profesional-perbankan-syariah-langka/

SET 1

assalamualaikum wr.wb. waduh.. maaf sekali baru bs update blog. maklum, sibuk, hehehe. okey, sekarang kita bagi info tentang SET 1 yaa.. SET 1 (Sharia Economics Training 1) dilaksanakan di Bungalow Selo, Selo, Boyolali pada hari Sabtu-Ahad, 24-25 September 2011. mahasiswa baru atau yang kami sebut SAKEI (Sahabat KEI) yang ikut sekitar 22 orang, 8 akhwat dan 14 ikhwan.
dalam acara tersebut terdapat 3 materi yang disajikan. Materi pertama, yang disampaikan pada jam 2 siang di aula villa, dengan judul "Islam min hajjul hayah", membahas tentang keislaman sebagai pedoman hidup. Lalu materi kedua yang disampaikan pada jam 5 sore, dengan judul "Islamic Economic Future Pretends in Your Hands", membahas mengenai ekonomi Islam secara umum dan perserta diberikan arahan mengenai bagaimana kontribusi mahasiswa dalam dakwah ekonomi Islam. lalu materi yang terakhir mengenai KEI dan ke-Fossei-an. materi tersebut berisikan pengenalan tentang KEI dan Fossei sebagai wadah studi Ekonomi Islam.
setelah beberapa materi yang disampaikan, kini saatnya bersantai dan peserta dapat saling mengenal satu sama lain antar SaKei yang dilanjutkan dengan acara api unggun. acara api unggun pun mengakhiri rangkaian acara pada hari sabtu. sedangkan keesokkan harinya, atau ahad, agendanya adalah outbond yang diisi dengan permainan-permainan yang seru dan menarik. setelah dari pagi hingga siang outbond, saatnya untuk siap-siap pulang, hehe. sebelumnya ada acara sarasehan atau penutupan, dan dalam acara tersebut, dipilih 2 peserta terbaik, 1 dari akhwat yaitu Dwi Utami dan 1 dari ikhwan yaitu Riza. mereka mendapatkan kenang-kenangan berupan pin spesial dari KEi.
inilah beberapa foto dari SaKei yang berhasil diabadikan kamera panitia.. :)



okey.. sekian dulu yaa.. untuk para SaKEi, selamat mengikuti rangkaian acara KEI dalam menyambut kalian yaa.. wassalamualaikum wr.wb. :)

Jumat, 30 September 2011

mi8 X 3 = 23!

Diambil dari sebuah buku berjudul “ Bertambah Bijak Setiap Hari” karangan Budi S. Tanuwibowo.
Sang guru bijak mempunyai banyak murid yang datang dari berbagai latar belakang sosial, etnis, dan agama. Tak pernah ia menolak calon murid. Syaratnya harus SUNGGUH-SUNGGUH belajar. Ia kecewa terhadap murid yang malas.
Si putih adalah murid terpandai Sang Guru Bijak. Suatu hari ia ditantang murid yang paling bodoh. “Putih, kalu kamu memang pandai, coba jawab berapa 8 x 3 itu?”
Secara spontan Putih langsung menyebutkan angka 24.
“Salah”, kata si Bodoh. “Yang benar adalah 23!”
Tak lama kemudian kedua murid tersebut berdebat tiada habisnya. Masing-masing mempertahankan kebenarannya sendiri. Masing - masing berkeras dan tak ada yang mau mengalah. Tak tahan dengan perdebatan  yang berkepanjangan, si Bodoh lalu menantang Putih untuk bertaruh, “Begini Putih, seandainya 8x3 = 24, kamulah yang benar. Aku rela menggorok batang leherku sendiri. Namun jika yang benar ternyata 23 kamu harus mencopot topimu.”
Berusaha mencegah pertaruhan itu, si Putih berkata,” Saudaraku, tiada gunanya pertaruhan ini. Saya tidak mau kamu menadi korban sia-sia.”
Si Bodoh tetap bertekad meneruskan pertaruhan tersebut dan bahkan meminta Sang guru bijak menjadi wasit. “ apa yang guru katakan, itulah kebenaran”, lanjut si Bodoh.
Dengan lesu tak bersemangat si Putih pun terpaksa menuruti permintaan saudaranya itu. Keduanya lalu menghadap sang Guru dan menceritakan kembali jalannya perdebatan antara mereka. Sang Guru pun tersenyum, mengangguk-angguk lalu berkata 8 x 3 = 23!
Betapa kecewanya si Putih. Saat itu respeknya terhadap sang Guru merosot hingga titik terendah. Ia merasa dibohongi orang yang selama ini dihormati dan dijunjung amat tinggi. Dengan kesal, marah, dan amat kecewa, ia lalu membanting topinya. Setengah berteriak ia pun berkata,”Lebih baik aku pulang ke kampung, hidup dengan kejujuran, keluguan dan kesederhanaan, ketimbang hidup di tengah-tengah kebohongan, kemunafikan dan kepura-puraan.
Melihat reaksi si Putih sang Guru tetap tersenyum. Lalu dengan suara lembut beliau berkata,”Kalau kamu memang sudah bertekad mundur dan pulang ke kampung, aku tidak bisa mencegah. Namun, jika kamu masih mau mendengarkan, dengarlah nasihatku ini: Sekiranya dalam perjalanan pulang nanti terjadi hujan lebat, hati-hatilah. Jangan bernaung di bawah pohon besar, karena pohon itu akan tumbang dan menimpamu.”
Sambil ngedumel tak jelas, putih langsung keluar pergi tanpa mengucapkan kata pamit pada gurunya. Ia begitu marah dan kecewa. Sifatnya berubah total sejak saat itu.
Di tengah perjalanan, tiba tiba cuaca berubah drastis. Langit yang semula cerah, terang benderang, mendadak berubah hitam pekat. Terjadilah hujan yang sangat dahsyat. Hati putih pun tercekat ketika ia melihat pohon besar di atasnya, secara refleks ia pun menghindar. Pada saat itu pohon besar itu tumbang diiringi suara yang amat gemuruh. Hampir saja nyawanya melayang.
Setelah lepas dari kagetnya, putih pun berbalik ke kanan karena merasa sang guru pasti memiliki alasan mengapa ia menjawab seperti dahulu.
Di depan pintu rumah, gurunya ternyata sudah menunggunya sambil tersenyum lalu berkata,”Putih, putih,8 x 3 ya 24! Namun seandainya tadi kukatakan seperti itu, kamu akan menyesal seumur hidupmu. Kamu akan merasa membunuh saudaramu sendiri. Sepanjang hayat penyesalan tak akan ada gunanya. Hidupmu akan tersiksa selamanya. 8 x 3 = 24 hanyalah KEBENARAN KECIL, kebenaran matematis.  Tapi 8 x 3 23 dalam konteks tadi adalah  kebenaran besar  karena menyangkut nyawa manusia, nyawa saudaramu sendiri.
Putih tertunduk mallu.
“Ingatlah muridku hidup ini penuh warna. Setiap warna memiliki arti tersendiri. Semua warna harus dibaca dengan kejernihan mata hati, kebesaran jiwa dan kelapangan dada. Kalau hanya soal hitam dan putih, semua orang akan dengan mudah membedakannya. Kalau sudah beraneka warna, sungguh sulit membedakan dan mengatakan mana yang lebih indah, mana yang kurang baik. Demikian pun dengan kebenaran. Dengan mudah ia akan dibedakan dengan kejahatan. Namun acapkali persoalannya menjadi kabur kala kebenaran versi satu berhadapan dengan versi yang lain. Disinilah kejernihan mata hati yang menentukan. Renungkanlah muridku.”
Putih pun merenung, belajar dan belajar. Pada akhirnya, jadilah ia sebagi murid terbaik dari semua murid guru bijak.